Ronaldinho
| Tanggal lahir | 21 Maret 1980 (umur 46) | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Tempat lahir | Porto Alegre, Brasil | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Tinggi | 1,82 m | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Posisi bermain | Gelandang serang / Pemain sayap | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Klub saat ini | Pensiun | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Nomor punggung | 10 / 80 | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Karier junior | ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Karier senior | ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Tim nasional | ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Prestasi | ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Ronaldo de Assis Moreira (lahir 21 Maret 1980), yang lebih dikenal sebagai Ronaldinho (atau Ronaldinho Gaúcho), adalah seorang mantan pemain sepak bola profesional asal Brasil yang bermain sebagai gelandang serang atau pemain sayap. Secara luas dianggap sebagai salah satu pesepak bola paling berbakat, kreatif, dan menghibur sepanjang masa, ia terkenal berkat trik dribel yang memukau, kemampuan olah bola yang ajaib, operan tanpa melihat, serta tendangan bebas yang akurat.
Ronaldinho meraih kesuksesan besar di level klub maupun internasional. Ia memenangkan penghargaan Ballon d'Or pada tahun 2005 serta dinobatkan sebagai Pemain Terbaik Dunia FIFA dua tahun berturut-turut (2004 dan 2005). Ia juga menjadi motor penting kesuksesan tim nasional Brasil saat menjuarai Piala Dunia FIFA 2002 bersama Ronaldo dan Rivaldo.
Kehidupan awal
[sunting | sunting sumber]Ronaldo de Assis Moreira lahir di Porto Alegre, Rio Grande do Sul, Brasil. Ayahnya, João de Assis Moreira, adalah seorang pekerja galangan kapal dan pesepak bola amatir yang meninggal dunia akibat serangan jantung ketika Ronaldinho berusia delapan tahun. Ibunya, Miguelina Elói Assis dos Reyes, adalah seorang penjual keliling yang kemudian mengenyam pendidikan perawat.
Kakak laki-lakinya, Roberto Assis, adalah seorang pesepak bola profesional yang kontraknya bersama Grêmio menarik keluarganya pindah ke kawasan yang lebih mapan di Porto Alegre. Di sinilah talenta luar biasa Ronaldinho mulai ditempa di jalanan dan turnamen sepak bola futsal serta pantai, tempat ia pertama kali mendapat julukan "Ronaldinho" karena ia adalah pemain termuda dan berukuran paling kecil di tim muda.
Karier klub
[sunting | sunting sumber]Grêmio dan Paris Saint-Germain
[sunting | sunting sumber]Ronaldinho menimba ilmu di akademi muda Grêmio dan melakoni debut profesionalnya pada tahun 1998 di ajang Copa Libertadores. Penampilan gemilangnya di Brasil memikat klub-klub Eropa, hingga akhirnya ia pindah ke Prancis untuk bergabung dengan Paris Saint-Germain pada tahun 2001.
Selama dua musim di Paris, meskipun kerap menunjukkan kilau kemampuan individu yang luar biasa di bawah pelatih Luis Fernández, ia mengalami pasang surut sebelum akhirnya menarik perhatian dunia internasional.
FC Barcelona
[sunting | sunting sumber]Pada Juli 2003, Ronaldinho resmi bergabung dengan Barcelona dengan nilai transfer €30 juta setelah klub Catalan tersebut gagal mendapatkan David Beckham. Kepindahan ini mengubah arah sejarah modern FC Barcelona.
Di bawah manajer Frank Rijkaard, Ronaldinho menjadi ikon kebangkitan Blaugrana. Dengan senyum khasnya dan magis permainannya, ia mempersembahkan dua gelar La Liga (2004–05 dan 2005–06) serta trofi Liga Champions UEFA 2005–06. Momen paling ikonik terjadi pada November 2005 di Stadion Santiago Bernabéu, di mana Ronaldinho mencetak dua gol brilian yang memaksa pendukung Real Madrid berdiri dan memberikan tepuk tangan penghormatan (*standing ovation*) kepadanya. Ia juga berperan besar sebagai mentor dan figur yang menyambut Lionel Messi muda saat menembus tim utama Barcelona.
AC Milan dan Akhir Karier
[sunting | sunting sumber]Pada musim panas 2008, Ronaldinho pindah ke klub Italia AC Milan. Bersama Rossoneri, ia bermain selama dua setengah musim dan turut menyumbangkan gelar Serie A pada musim 2010–11.
Setelah periode di Milan, Ronaldinho kembali ke Brasil dan memperkuat beberapa klub seperti Flamengo dan Atlético Mineiro, di mana ia menjuarai Copa Libertadores 2013. Ia juga sempat bermain di Meksiko bersama Querétaro sebelum menutup karier profesionalnya setelah membela Fluminense pada tahun 2015.
Karier internasional
[sunting | sunting sumber]Ronaldinho menjuarai Piala Dunia U-17 FIFA 1997 bersama Brasil sebelum melakoni debut seniornya untuk tim nasional sepak bola Brasil pada Juni 1999 melawan Venezuela, di mana ia mencetak gol debut yang sangat ikonik dengan melambungkan bola melewati bek lawan sebelum melepaskan tendangan voli.
Ia menjadi bagian dari trio penyerang legendaris Brasil ("3R": Ronaldo, Rivaldo, dan Ronaldinho) pada Piala Dunia FIFA 2002 di Korea-Jepang. Ia mencetak gol tendangan bebas jarak jauh yang luar biasa ke gawang David Seaman di babak perempat final melawan Inggris, membantu Brasil merengkuh gelar juara dunia kelima mereka. Ia juga memenangkan ajang Copa América 1999 dan Piala Konfederasi FIFA 2005.
Statistik karier
[sunting | sunting sumber]Klub
[sunting | sunting sumber]| Klub | Musim | Liga Domestik | Piala Domestik | Kontinental | Lainnya | Total | ||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Divisi | Tampil | Gol | Tampil | Gol | Tampil | Gol | Tampil | Gol | Tampil | Gol | ||
| Grêmio | 1998 | Série A | 14 | 2 | 2 | 0 | 4 | 3 | 17 | 4 | 37 | 9 |
| 1999 | 17 | 6 | 3 | 0 | 4 | 2 | 10 | 9 | 34 | 17 | ||
| 2000 | 13 | 13 | 2 | 1 | 0 | 0 | 8 | 5 | 23 | 19 | ||
| Total Grêmio | 44 | 21 | 7 | 1 | 8 | 5 | 35 | 18 | 94 | 45 | ||
| Paris Saint-Germain | 2001–2002 | Ligue 1 | 28 | 9 | 6 | 2 | 6 | 2 | 0 | 0 | 40 | 13 |
| 2002–2003 | 27 | 8 | 4 | 1 | 4 | 1 | 0 | 0 | 35 | 10 | ||
| Total PSG | 55 | 17 | 10 | 3 | 10 | 3 | 0 | 0 | 75 | 23 | ||
| Barcelona | 2003–2004 | La Liga | 32 | 15 | 6 | 3 | 7 | 4 | 0 | 0 | 45 | 22 |
| 2004–2005 | 35 | 9 | 0 | 0 | 7 | 4 | 0 | 0 | 42 | 13 | ||
| 2005–2006 | 29 | 17 | 2 | 1 | 12 | 7 | 2 | 1 | 45 | 26 | ||
| 2006–2007 | 32 | 21 | 4 | 0 | 11 | 3 | 2 | 0 | 49 | 24 | ||
| 2007–2008 | 17 | 8 | 1 | 0 | 8 | 3 | 0 | 0 | 26 | 11 | ||
| Total Barcelona | 145 | 70 | 13 | 4 | 45 | 21 | 4 | 1 | 207 | 96 | ||
| Milan | 2008–2009 | Serie A | 29 | 8 | 1 | 0 | 6 | 2 | 0 | 0 | 36 | 10 |
| 2009–2010 | 36 | 12 | 0 | 0 | 7 | 3 | 0 | 0 | 43 | 15 | ||
| 2010–2011 | 11 | 0 | 0 | 0 | 5 | 0 | 0 | 0 | 16 | 0 | ||
| Total Milan | 76 | 20 | 1 | 0 | 18 | 5 | 0 | 0 | 95 | 25 | ||
| Flamengo | 2011 | Série A | 33 | 15 | 5 | 1 | 3 | 1 | 11 | 4 | 52 | 21 |
| Atlético Mineiro | 2012 | Série A | 32 | 9 | 0 | 0 | 0 | 0 | 0 | 0 | 32 | 9 |
| 2013 | 14 | 7 | 2 | 0 | 11 | 4 | 5 | 0 | 32 | 11 | ||
| Total Atlético Mineiro | 46 | 16 | 2 | 0 | 11 | 4 | 5 | 0 | 64 | 20 | ||
| Querétaro | 2014–2015 | Liga MX | 25 | 8 | 4 | 0 | — | 0 | 0 | 29 | 8 | |
| Total Querétaro | 25 | 8 | 4 | 0 | 0 | 0 | 0 | 0 | 29 | 8 | ||
| Fluminense | 2015 | Série A | 7 | 0 | 1 | 0 | 0 | 0 | 1 | 0 | 9 | 0 |
| Total Karier | 431 | 165 | 44 | 9 | 95 | 41 | 26 | 5 | 596 | 220 | ||