Xavi Hernández
| Tanggal lahir | 25 Januari 1980 (umur 46) | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Tempat lahir | Terrassa, Spanyol | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Tinggi | 1,70 m | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Posisi bermain | Gelandang tengah | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Klub saat ini | Pensiun | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Nomor punggung | 6 | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Karier junior | ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Karier senior | ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Tim nasional | ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Prestasi | ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Xavier Hernández Creus (lahir 25 Januari 1980), yang lebih dikenal sebagai Xavi, adalah seorang mantan pemain sepak bola profesional dan manajer asal Spanyol yang bermain sebagai gelandang tengah. Secara luas diakui sebagai salah satu gelandang terhebat sepanjang masa dan pengatur tempo terbaik dalam sejarah sepak bola, ia terkenal berkat visi bermain yang luar biasa, akurasi operan yang sangat presisi, penguasaan bola di ruang sempit, serta kemampuan membaca jalannya pertandingan.
Xavi menghabiskan sebagian besar porsi kariernya bersama FC Barcelona, di mana ia menjadi lambang dari filosofi permainan Tiki-taka. Bersama Barcelona, ia mencatatkan 767 penampilan resmi dan memenangkan 25 trofi, termasuk 4 gelar Liga Champions UEFA dan 8 gelar La Liga. Di level internasional, ia menjadi motor utama kesuksesan tim nasional sepak bola Spanyol saat merajai dunia melalui gelar Kejuaraan Eropa UEFA 2008, Piala Dunia FIFA 2010, dan Kejuaraan Eropa UEFA 2012.
Kehidupan awal
[sunting | sunting sumber]Xavier Hernández Creus lahir di Terrassa, Catalonia, Spanyol. Ayahnya, Joaquim Hernández, adalah mantan pemain sepak bola profesional yang pernah memperkuat Sabadell dan Castellón, yang menanamkan pemahaman taktis mendalam kepada Xavi sejak usia dini.
Xavi bergabung dengan akademi legendaris FC Barcelona, La Masia, pada usia 11 tahun pada tahun 1991. Ia berkembang melalui seluruh jenjang akademi muda klub dan menimba gaya bermain berbasis penguasaan bola yang menjadi ciri khas filosofi Johan Cruyff.
Karier klub
[sunting | sunting sumber]FC Barcelona
[sunting | sunting sumber]Xavi melakoni debut resminya untuk tim utama FC Barcelona di bawah manajer Louis van Gaal pada 18 Agustus 1998 dalam ajang Supercopa de España melawan Mallorca, di mana ia langsung mencetak gol.
Setelah kepergian Pep Guardiola sebagai pemain, Xavi mengambil alih peran sebagai jenderal lini tengah Barcelona. Puncak karier klubnya melejit pesat di bawah asuhan Pep Guardiola (sebagai manajer), di mana ia membentuk kemitraan lini tengah yang legendaris bersama Andrés Iniesta dan Sergio Busquets. Ia menjadi pengatur tempo utama saat Barcelona mencatatkan sejarah meraih enam gelar dalam satu tahun kalender pada tahun 2009 serta treble kedua pada musim 2014–15. Pada laga pamungkasnya bersama Barcelona di pertandingan final Liga Champions UEFA 2014–15, ia mengangkat trofi Liga Champions sebagai kapten tim sebelum pindah ke Qatar.
Al-Sadd
[sunting | sunting sumber]Pada Juli 2015, Xavi bergabung dengan klub Qatar Al-Sadd. Ia bermain selama empat musim di Qatar, memenangkan beberapa trofi domestik termasuk Liga Bintang Qatar pada tahun 2019, sebelum akhirnya memutuskan pensiun sebagai pemain di klub tersebut pada tahun 2019 dan langsung beralih profesi menjadi manajer Al-Sadd.
Karier internasional
[sunting | sunting sumber]Xavi menjuarai Piala Dunia U-20 FIFA 1999 bersama Spanyol dan memperkuat tim Olimpiade Spanyol yang meraih medali perak pada Olimpiade Sydney 2000. Ia melakoni debut seniornya untuk tim nasional sepak bola Spanyol pada November 2000 melawan Belanda.
Ia menjadi otak permainan dari periode keemasan sepak bola Spanyol. Pada Kejuaraan Eropa UEFA 2008, Xavi dinobatkan sebagai Pemain Terbaik Turnamen setelah menginspirasi La Roja merengkuh trofi mayor pertama mereka dalam 44 tahun. Dua tahun kemudian, ia memimpin lini tengah Spanyol menjuarai Piala Dunia FIFA 2010 di Afrika Selatan, sebelum kembali mempertahankan gelar juara Eropa pada Kejuaraan Eropa UEFA 2012. Ia pensiun dari tim nasional pada Agustus 2014 dengan mencatatkan 133 penampilan dan 13 gol internasional.
Statistik karier
[sunting | sunting sumber]Klub
[sunting | sunting sumber]| Klub | Musim | Liga Domestik | Piala Domestik | Kontinental | Lainnya | Total | ||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Divisi | Tampil | Gol | Tampil | Gol | Tampil | Gol | Tampil | Gol | Tampil | Gol | ||
| Barcelona B | 1997–1998 | Segunda División B | 32 | 0 | — | — | 6 | 0 | 38 | 0 | ||
| 1998–1999 | Segunda División | 29 | 2 | — | — | 0 | 0 | 29 | 2 | |||
| Total Barcelona B | 61 | 2 | 0 | 0 | 0 | 0 | 6 | 0 | 67 | 2 | ||
| FC Barcelona | 1998–1999 | La Liga | 17 | 1 | 2 | 0 | 6 | 0 | 1 | 1 | 26 | 2 |
| 1999–2000 | 24 | 0 | 4 | 0 | 10 | 1 | 0 | 0 | 38 | 1 | ||
| 2000–2001 | 20 | 2 | 7 | 0 | 9 | 0 | 0 | 0 | 36 | 2 | ||
| 2001–2002 | 35 | 4 | 1 | 0 | 16 | 0 | 0 | 0 | 52 | 4 | ||
| 2002–2003 | 29 | 2 | 1 | 0 | 14 | 1 | 0 | 0 | 44 | 3 | ||
| 2003–2004 | 36 | 4 | 6 | 0 | 7 | 1 | 0 | 0 | 49 | 5 | ||
| 2004–2005 | 42 | 3 | 0 | 0 | 8 | 0 | 0 | 0 | 50 | 3 | ||
| 2005–2006 | 16 | 0 | 0 | 0 | 4 | 0 | 2 | 0 | 22 | 0 | ||
| 2006–2007 | 35 | 3 | 7 | 2 | 7 | 0 | 3 | 1 | 52 | 6 | ||
| 2007–2008 | 35 | 7 | 7 | 1 | 12 | 1 | 0 | 0 | 54 | 9 | ||
| 2008–2009 | 35 | 6 | 5 | 1 | 14 | 3 | 0 | 0 | 54 | 10 | ||
| 2009–2010 | 34 | 3 | 3 | 1 | 11 | 1 | 5 | 1 | 53 | 6 | ||
| 2010–2011 | 31 | 3 | 6 | 0 | 12 | 2 | 2 | 0 | 51 | 5 | ||
| 2011–2012 | 31 | 10 | 7 | 2 | 14 | 2 | 5 | 0 | 57 | 14 | ||
| 2012–2013 | 30 | 5 | 5 | 0 | 11 | 1 | 2 | 0 | 48 | 6 | ||
| 2013–2014 | 30 | 3 | 5 | 0 | 10 | 1 | 2 | 0 | 47 | 4 | ||
| 2014–2015 | 31 | 2 | 3 | 0 | 10 | 0 | 0 | 0 | 44 | 2 | ||
| Total Barcelona | 505 | 58 | 69 | 8 | 175 | 14 | 22 | 3 | 771 | 83 | ||
| Al-Sadd | 2015–2016 | Liga Bintang Qatar | 24 | 3 | 3 | 2 | 2 | 0 | 2 | 1 | 31 | 6 |
| 2016–2017 | 18 | 10 | 0 | 0 | 1 | 0 | 0 | 0 | 19 | 10 | ||
| 2017–2018 | 18 | 6 | 0 | 0 | 5 | 1 | 4 | 1 | 27 | 8 | ||
| 2018–2019 | 22 | 6 | 0 | 0 | 2 | 0 | 6 | 1 | 30 | 7 | ||
| Total Al-Sadd | 82 | 25 | 3 | 2 | 10 | 1 | 12 | 3 | 107 | 31 | ||
| Total Karier | 648 | 85 | 72 | 10 | 185 | 15 | 40 | 6 | 945 | 116 | ||