Supercoppa Italiana
| Nama lain | Piala Super Italia |
|---|---|
| Olahraga | Sepak bola |
| Didirikan | 1988 |
| Penyelenggara | Lega Serie A |
| Wilayah | Italia (diselenggarakan secara internasional) |
| Jumlah tim | 4 tim (format Final Four) |
| Status tim | Klub profesional |
| Juara pertama | Milan (1988) |
| Juara bertahan | Inter Milan |
| Paling banyak juara | Juventus (9 gelar) |
| Siaran televisi | Mediaset (Italia) Disiarkan secara global |
| Kompetisi terkait | Serie A Coppa Italia |
| Situs web | legaseriea |
Supercoppa Italiana (bahasa Indonesia: Piala Super Italia) adalah kompetisi sepak bola tahunan di Italia yang diselenggarakan oleh Lega Serie A. Didirikan pada tahun 1988, ajang ini awalnya mempertemukan antara juara bertahan Serie A melawan juara bertahan Coppa Italia.
Mulai musim 2023–2024, format kompetisi diubah menjadi turnamen empat tim (Final Four) yang melibatkan juara dan runner-up Serie A serta dua tim finalis Coppa Italia.
Sejarah dan Perkembangan
[sunting | sunting sumber]Era Tradisional Pertandingan Tunggal (1988–2022)
[sunting | sunting sumber]Supercoppa Italiana pertama kali dihelat pada tahun 1988 atas gagasan untuk membuka kalender musim kompetisi domestik Italia. Milan keluar sebagai juara edisi perdana setelah mengalahkan Sampdoria dengan skor 3–1.
Dalam sejarah panjang format tradisionalnya, pertandingan ini biasanya dilangsungkan dalam satu laga tunggal pada bulan Agustus sebelum musim liga dimulai. Namun, demi pertimbangan komersial dan perluasan pasar global, beberapa edisi kerap diselenggarakan di luar negeri, termasuk di Amerika Serikat, Tiongkok, Libya, Qatar, dan Arab Saudi. Apabila satu klub berhasil merengkuh gelar ganda (double) dengan menjuarai Serie A sekaligus Coppa Italia pada musim yang sama, maka lawan yang dihadapi di ajang Supercoppa adalah runner-up dari Coppa Italia.
Transformasi Menjadi Format Empat Tim (2023–2026)
[sunting | sunting sumber]Mulai awal tahun 2024 (musim 2023–2024), Lega Serie A secara resmi mengadopsi format baru Final Four yang mempertemukan empat klub sekaligus (dua juara dan runner-up Serie A serta dua finalis Coppa Italia) dalam format dua babak semifinal dan satu babak final. Format modern ini terus dipertahankan dan berjalan secara berkesinambungan hingga era saat ini di tahun 2026.
Format Kompetisi dan Regulasi
[sunting | sunting sumber]Aturan Kualifikasi Peserta
[sunting | sunting sumber]Empat klub yang berhak berpartisipasi dalam format Final Four Supercoppa Italiana meliputi:
- Juara bertahan Serie A
- Peringkat kedua Serie A
- Juara bertahan Coppa Italia
- Peringkat kedua Coppa Italia
Skema Pertandingan
[sunting | sunting sumber]- Kompetisi terdiri dari dua laga semifinal dan satu laga final tanpa ada pertandingan perebutan tempat ketiga.
- Jika skor pertandingan berakhir imbang hingga waktu normal 90 menit selesai, pemenang langsung ditentukan melalui drama adu penalti tanpa melalui babak perpanjangan waktu (bergantung pada regulasi spesifik yang disepakati pada edisi tahun berjalan).
Statistik dan Rekor Juara
[sunting | sunting sumber]Perolehan Gelar Berdasarkan Klub
[sunting | sunting sumber]Juventus memegang rekor sebagai klub paling sukses dalam sejarah Supercoppa Italiana dengan koleksi gelar terbanyak.
| Klub | Juara | Runner-up | Musim Juara |
|---|---|---|---|
| Juventus | 9 | 8 | 1995, 1997, 2002, 2003, 2012, 2013, 2015, 2018, 2020 |
| Inter Milan | 8 | 5 | 1989, 2005, 2006, 2008, 2010, 2021, 2022, 2023 |
| AC Milan | 7 | 5 | 1988, 1992, 1993, 1994, 2004, 2011, 2016 |
| Lazio | 5 | 3 | 1998, 2000, 2009, 2017, 2019 |
| AS Roma | 2 | 4 | 2001, 2007 |
| Napoli | 2 | 3 | 1990, 2014 |
| Sampdoria | 1 | 3 | 1991 |
| Parma | 1 | 3 | 1999 |
| Fiorentina | 1 | 1 | 1996 |
Rekor Individu
[sunting | sunting sumber]- Pemain dengan Gelar Terbanyak: Gianluigi Buffon dan Dejan Stanković memegang rekor sebagai pemain dengan koleksi gelar juara Supercoppa Italiana terbanyak (masing-masing 6 gelar).
- Pelatih Tersukses: Simone Inzaghi dan Massimiliano Allegri memegang rekor sebagai pelatih dengan gelar juara terbanyak sepanjang sejarah kompetisi.
Lihat pula
[sunting | sunting sumber]Referensi
[sunting | sunting sumber]