Kejuaraan Klub Arab
| Nama lain | Arab Club Champions Cup Piala Raja Salman Antarklub |
|---|---|
| Olahraga | Sepak bola |
| Didirikan | 1981 |
| Nama sebelumnya | Kejuaraan Klub Champions Arab (1981–2001), Liga Champions Arab (2003–2009) |
| Penyelenggara | Union of Arab Football Associations (UAFA) |
| Wilayah | Dunia Arab (AFC dan CAF) |
| Jumlah tim | 37 tim |
| Status tim | Klub profesional |
| Juara pertama | Al-Shorta (1982) |
| Juara bertahan | Al-Nassr |
| Paling banyak juara | Esperance de Tunis, Al-Karkh (3 gelar) |
| Siaran televisi | SSC, Abu Dhabi Sports |
| Kompetisi terkait | UAFA |
| Situs web | uafaac |
Kejuaraan Klub Arab (bahasa Inggris: Arab Club Champions Cup; bahasa Arab: كأس العرب للأندية الأبطال) adalah kompetisi sepak bola antarklub internasional tahunan yang diselenggarakan oleh Union of Arab Football Associations (UAFA). Turnamen ini mempertemukan klub-klub sepak bola profesional terbaik dari seluruh kawasan Dunia Arab yang membentang dari wilayah Asia (AFC) hingga Afrika (CAF).
Sebagai salah satu turnamen antarklub regional paling prestisius di Kawasan Timur Tengah dan Afrika Utara, kompetisi ini kerap menyajikan persaingan sengit antara klub-klub raksasa Afrika dan Asia Arab, serta menawarkan total hadiah uang komersial yang sangat besar.
Sejarah dan Perkembangan
[sunting | sunting sumber]Pembentukan dan Era Awal (1981–2001)
[sunting | sunting sumber]Gagasan mengenai kompetisi antarklub pan-Arab pertama kali dicetuskan oleh Union of Arab Football Associations (UAFA) pada tahun 1981. Turnamen edisi perdana diresmikan dengan nama Kejuaraan Klub Champions Arab (Arab Club Champions Championship).
Edisi pertama kompetisi diselenggarakan pada musim 1981–1982, di mana klub asal Irak, Al-Shorta, keluar sebagai juara pertama setelah mengalahkan Nejmeh SC di partai final. Pada era awal ini, kompetisi didominasi oleh klub-klub kuat asal Irak serta klub-klub dari wilayah Maghribi (Afrika Utara).
Perubahan Nama dan Format Turnamen (2001–2019)
[sunting | sunting sumber]Sepanjang sejarahnya, nama dan format turnamen ini beberapa kali mengalami transformasi guna menyesuaikan dengan sponsorship dan kalender kompetisi internasional:
- 2001–2003: Melebur dengan Piala Winners Arab dan berubah nama menjadi Prince Faysal bin Fahad Tournament for Arab Teams.
- 2003–2009: Diubah secara komersial menjadi Liga Champions Arab (Arab Champions League), mengadopsi sistem kompetisi penuh dengan babak grup dan sistem gugur dua leg.
- 2012–2019: Berubah nama menjadi UAFA Club Cup dan kemudian Arab Club Champions Cup (dengan nama edisi khusus seperti Zayed Cup for Champions Clubs pada 2018–2019).
Era Modern dan Ekspansi Komersial (2023–2026)
[sunting | sunting sumber]Pada edisi 2023, kompetisi ini digelar di Arab Saudi dengan nama komersial kehormatan King Salman Club Cup (Piala Raja Salman Antarklub). Edisi ini menyedot perhatian dunia karena dihuni oleh bertabur bintang internasional yang berlaga di klub-klub Arab. Al-Nassr keluar sebagai juara setelah mengalahkan sesama klub Arab Saudi, Al-Hilal, di partai final. Format turnamen akbar terpusat ini terus berlanjut hingga era modern di tahun 2026.
Format Kompetisi dan Aturan Peserta
[sunting | sunting sumber]Undian Peserta
[sunting | sunting sumber]- Turnamen diikuti oleh total 37 klub yang mewakili negara-negara anggota UAFA dari dua konfederasi: Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) dan Konfederasi Sepak Bola Afrika (CAF).
- Penentuan klub peserta didasarkan pada undangan khusus UAFA serta posisi klasemen akhir di liga domestik masing-masing negara peserta.
Tahapan Turnamen
[sunting | sunting sumber]1. Babak Kualifikasi & Preliminary: Tim-tim dari asosiasi berperingkat lebih rendah bertanding di babak kualifikasi awal untuk memperebutkan tiket ke babak utama. 2. Fase Grup Terpusat: Total 16 klub terbaik dibagi ke dalam empat grup (masing-masing empat tim) yang bertanding di negara tuan rumah terunjuk. Dua tim teratas dari tiap grup berhak melaju ke babak gugur. 3. Babak Gugur (Knockout Phase): Menggunakan sistem pertandingan tunggal (single-match elimination) mulai dari perempat final, semifinal, hingga pertandingan final.
Perolehan Gelar Berdasarkan Klub
[sunting | sunting sumber]Sebanyak 19 klub berbeda dari berbagai negara Arab pernah merengkuh gelar juara kompetisi ini.
| Klub | Negara | Juara | Musim Juara |
|---|---|---|---|
| Espérance de Tunis | Tunisia | 3 | 1993, 2009, 2017 |
| Al-Rasheed (sekarang Al-Karkh) | Irak | 3 | 1985, 1986, 1987 |
| Al-Hilal | Arab Saudi | 2 | 1994, 1995 |
| Al-Shabab | Arab Saudi | 2 | 1992, 1999 |
| CS Sfaxien | Tunisia | 2 | 2000, 2004 |
| Al-Ahly | Mesir | 1 | 1996 |
| Zamalek | Mesir | 1 | 2003 |
| Al-Nassr | Arab Saudi | 1 | 2023 |
| Al-Ittihad | Arab Saudi | 1 | 2005 |
| Raja Casablanca | Maroko | 2 | 2006, 2020 |
| Wydad Casablanca | Maroko | 1 | 1989 |
| Al-Shorta | Irak | 1 | 1982 |
| Étoile du Sahel | Tunisia | 1 | 2019 |
| JS Kabylie | Aljazair | 1 | 1986 |
| WA Tlemcen | Aljazair | 1 | 1998 |
| USM Alger | Aljazair | 1 | 2013 |
| ES Sétif | Aljazair | 2 | 2007, 2008 |
| Saddam FC / Al-Sadd | Qatar | 1 | 2001 |
| Ettifaq | Arab Saudi | 2 | 1984, 1988 |
Perolehan Gelar Berdasarkan Negara
[sunting | sunting sumber]| Negara | Juara | Klub Pemenang |
|---|---|---|
| Arab Saudi | 9 | Al-Hilal (2), Al-Shabab (2), Ettifaq (2), Al-Ittihad (1), Al-Nassr (1), Ahli Jeddah (1) |
| Tunisia | 7 | Espérance de Tunis (3), CS Sfaxien (2), Étoile du Sahel (1), Club Africain (1) |
| Aljazair | 5 | ES Sétif (2), WA Tlemcen (1), USM Alger (1), USM Annaba (1) |
| Irak | 4 | Al-Rasheed/Al-Karkh (3), Al-Shorta (1) |
| Maroko | 3 | Raja Casablanca (2), Wydad Casablanca (1) |
| Mesir | 2 | Al-Ahly (1), Zamalek (1) |
| Qatar | 1 | Al-Sadd (1) |