Supertaça Cândido de Oliveira
| Nama lain | Piala Super Portugal |
|---|---|
| Olahraga | Sepak bola |
| Didirikan | 1979 (resmi oleh FPF sejak 1981) |
| Nama sebelumnya | Taça do Império (1944), Taça O Século (1964) |
| Penyelenggara | FPF |
| Wilayah | Portugal |
| Jumlah tim | 2 tim |
| Status tim | Klub profesional |
| Juara pertama | Boavista (1979, tidak resmi) Porto (1981, edisi resmi FPF pertama) |
| Juara bertahan | Porto (2024) |
| Paling banyak juara | Porto (24 gelar) |
| Siaran televisi | RTP |
| Kompetisi terkait | Primeira Liga Taça de Portugal |
| Situs web | fpf |
Supertaça Cândido de Oliveira (bahasa Indonesia: Piala Super Cândido de Oliveira), atau yang secara umum dikenal sebagai Piala Super Portugal, adalah pertandingan sepak bola tahunan yang diselenggarakan oleh Federasi Sepak Bola Portugal (FPF). Kompetisi ini mempertemukan antara juara bertahan kompetisi liga tingkat teratas Portugal, Primeira Liga, dengan pemenang piala domestik utama, Taça de Portugal.
Penamaan kompetisi ini diambil sebagai bentuk penghormatan kepada Cândido de Oliveira, salah satu tokoh paling berpengaruh dalam sejarah sepak bola Portugal yang merupakan mantan pemain nasional, pelatih tim nasional Portugal, jurnalis olahraga, serta salah satu pendiri surat kabar olahraga terkemuka A Bola.
Sejarah dan Perkembangan
[sunting | sunting sumber]Pendahulu Historis (1944 & 1964)
[sunting | sunting sumber]Sebelum pembentukan Piala Super modern, terdapat dua perhelatan tidak resmi yang bertindak sebagai cikal bakal kompetisi ini:
- Taça do Império (1944): Pertandingan khusus yang digelar saat peresmian Stadion Nasional Portugal (Estádio Nacional) di Jamor, Oeiras. Laga tersebut mempertemukan juara Primeira Divisão 1943–44, Benfica, dengan juara Taça de Portugal 1943–44, Sporting CP. Laga dimenangkan oleh Sporting CP dengan skor 3–2.
- Taça O Século (1964): Pertandingan peringatan dua dekade pendirian surat kabar O Século yang mempertemukan juara Primeira Divisão 1963–64, Benfica, dan juara Taça de Portugal 1963–64, FC Porto. Benfica memenangkan laga tersebut dengan skor 2–0.
Inisiatif Tidak Resmi (1979–1980)
[sunting | sunting sumber]Pada musim 1978–79, pelatih Boavista, Mário Lino, bersama pengurus klub FC Porto mencetuskan ide untuk mengadu juara liga dan pemenang piala secara rutin menjelang dimulainya musim baru. Pada Agustus 1979, edisi pertama tidak resmi dimainkan di Stadion das Antas, Porto, tempat Boavista berhasil mengalahkan FC Porto dengan skor 2–1.
Musim berikutnya (1980), kompetisi kembali digelar secara independen oleh klub peserta menggunakan format dua leg (kandang dan tandang), yang dimenangkan oleh Benfica atas FC Porto dengan agregat 4–3.
Pengakuan Resmi oleh FPF dan Perkembangan Hingga Era Terkini (1981–2026)
[sunting | sunting sumber]Melihat tingginya antusiasme publik dan klub, Federasi Sepak Bola Portugal (FPF) secara resmi mengambil alih pengorganisasian kompetisi mulai musim 1980–81 dan mengadopsi nama resmi Supertaça Cândido de Oliveira. Edisi resmi pertama di bawah FPF dimenangkan oleh FC Porto yang mengalahkan Benfica pada Desember 1981.
Sejak pengakuan resmi FPF:
- 1981–2000: Pertandingan dilaksanakan menggunakan format dua leg (kandang-tandang). Jika agregat skor imbang, laga tambahan (replay match) akan dimainkan di tempat netral untuk menentukan juara.
- 2001–sekarang: FPF menyederhanakan format menjadi pertandingan tunggal (single match) yang dimainkan di stadion netral yang telah ditentukan sebelumnya, biasanya di awal bulan Agustus sebagai penanda pembuka musim sepak bola profesional di Portugal. Format ini terus dipertahankan dalam kalender kompetisi FPF hingga era modern saat ini di tahun 2026.
Format dan Regulasi Peserta
[sunting | sunting sumber]Aturan Kualifikasi
[sunting | sunting sumber]- Pertandingan mempertemukan juara Primeira Liga melawan pemenang Taça de Portugal.
- Apabila satu klub berhasil meraih gelar ganda (double), yakni menjuarai Primeira Liga sekaligus Taça de Portugal pada musim yang sama, maka lawan yang dihadapi di Supertaça adalah runner-up dari kompetisi Taça de Portugal pada musim tersebut.
Format Pertandingan
[sunting | sunting sumber]- Pertandingan dimainkan dalam waktu normal 2 x 45 menit.
- Jika skor imbang setelah 90 menit, pertandingan langsung dilanjutkan ke babak adu penalti tanpa melalui babak perpanjangan waktu.
Perolehan Gelar Juara
[sunting | sunting sumber]Berdasarkan Klub
[sunting | sunting sumber]FC Porto merupakan klub yang paling mendominasi kompetisi ini dengan mengoleksi total 24 gelar juara dari seluruh keikutsertaannya di final.
| Klub | Juara | Runner-up | Musim Juara |
|---|---|---|---|
| FC Porto | 24 | 10 | 1981, 1983, 1984, 1986, 1990, 1991, 1993, 1994, 1996, 1998, 1999, 2001, 2003, 2004, 2006, 2009, 2010, 2011, 2012, 2013, 2018, 2020, 2022, 2024 |
| Benfica | 9 | 13 | 1980, 1985, 1989, 1995, 2005, 2014, 2016, 2017, 2023 |
| Sporting CP | 9 | 3 | 1982, 1987, 1995, 2000, 2007, 2008, 2015, 2021 |
| Boavista | 3 | 1 | 1979, 1992, 1997 |
| Vitória de Guimarães | 1 | 3 | 1988 |
| Braga | 1 | 3 | 2021 |
Catatan: Hitungan di atas mencakup edisi tidak resmi (1979 dan 1980) yang diakui secara luas dalam catatan sejarah sepak bola Portugal.