Remis (catur)
| Definisi | Hasil akhir pertandingan catur yang berakhir seri atau imbang |
|---|---|
| Skor pertandingan | Masing-masing pemain mendapatkan 0,5 poin (1/2–1/2) |
| Jenis hasil | Berakhir tanpa pemenang |
Remis (dari bahasa Belanda: remise, yang berarti seri atau imbang; dalam bahasa Inggris disebut draw) adalah sebuah hasil akhir dalam pertandingan catur di mana tidak ada satupun pemain yang keluar sebagai pemenang. Pertandingan dinyatakan berakhir dengan skor imbang, dan masing-masing pemain berhak mendapatkan perolehan nilai setengah poin dalam sistem turnamen resmi.
Kondisi Terjadinya Remis
Dalam peraturan resmi yang ditetapkan oleh FIDE (Federasi Catur Internasional), sebuah partai catur dapat dinyatakan remis melalui berbagai mekanisme dan aturan yang berlaku di atas papan. Berikut adalah kondisi-kondisi utama terjadinya remis:
1. Skak Buntut
Skak buntut adalah kondisi di mana pemain yang memiliki giliran melangkah tidak memiliki satu pun langkah yang sah secara aturan, namun Raja miliknya tidak sedang berada dalam posisi skak (tidak diancam). Dalam situasi ini, permainan langsung dihentikan dan dinyatakan remis seketika, seringkali menjadi penyelamatan dramatis bagi pemain yang posisinya sudah terdesak kalah materi.
2. Remis Berdasarkan Kesepakatan
Sebuah partai catur dapat berakhir remis atas dasar kesepakatan bersama antara kedua pemain yang bertanding. Biasanya, salah satu pemain menawarkan remis kepada lawannya (biasanya melalui ucapan atau setelah mencatat langkah di lembar skor), dan jika lawan menyetujuinya, pertandingan resmi berakhir damai. Dalam turnamen modern tertentu, terdapat aturan pembatasan waktu atau larangan penawaran remis dini untuk mencegah pemain bermain terlalu cepat aman.
3. Peraturan Tiga Kali Langkah Berulang
Jika posisi yang sama persis di atas papan terjadi hingga tiga kali giliran berturut-turut (atau bahkan tidak harus berturut-turut, asalkan posisinya identik, termasuk hak rokade dan hak tangkapan), salah satu pemain dapat meminta klaim remis kepada wasit pertandingan.
4. Aturan 50 Langkah
Pertandingan dinyatakan remis jika dalam 50 langkah terakhir secara berturut-turut oleh kedua pemain tidak ada satupun pergerakan pion yang dijalankan dan tidak ada satupun buah catur yang tertangkap (dimakan). Aturan ini dibuat untuk mencegah pertandingan berlarut-larut tanpa kemajuan berarti ketika kedua pemain kekurangan materi kemenangan.
5. Bahan Tidak Cukup untuk Skakmat
Sebuah partai otomatis dinyatakan remis apabila konfigurasi buah catur yang tersisa di atas papan secara mutlak tidak memiliki materi yang cukup untuk melakukan skakmat terhadap raja lawan. Contoh material yang tidak cukup meliputi:
- Raja melawan Raja.
- Raja dan Gajah (atau Kuda) melawan Raja.
- Raja dan dua Kuda melawan Raja (meskipun secara teoretis ada posisi skakmat sangat langka, secara umum dianggap tidak cukup material untuk dipaksakan).
Aspek Strategis Remis
Bagi para pecatur profesional dan Grandmaster, mengamankan hasil remis—terutama ketika memegang buah hitam dalam partai tandang atau menghadapi lawan yang jauh lebih tangguh—merupakan bagian dari strategi turnamen yang sangat wajar. Penilaian posisi, perhitungan ketat di fase akhir permainan, dan pengorbanan materi terukur sering kali dilakukan demi memaksakan hasil remis dan mengamankan tambahan setengah poin.