Gianluigi Buffon: Perbedaan antara revisi
Tanda: Suntingan perangkat seluler Suntingan peramban seluler |
Tanda: Suntingan perangkat seluler Suntingan peramban seluler |
||
| (1 revisi perantara oleh pengguna yang sama tidak ditampilkan) | |||
| Baris 51: | Baris 51: | ||
== Karier klub == | == Karier klub == | ||
=== Parma === | === Parma === | ||
Buffon menembus tim utama [[Parma Calcio 1913|Parma]] dan melakoni debut sensasionalnya di Serie A pada 19 November 1995 dalam usia 17 tahun menghadapi AC Milan, di mana ia berhasil melakukan sejumlah penyelamatan gemilang dan menjaga gawangnya tetap perawan | Buffon menembus tim utama [[Parma Calcio 1913|Parma]] dan melakoni debut sensasionalnya di Serie A pada 19 November 1995 dalam usia 17 tahun menghadapi AC Milan, di mana ia berhasil melakukan sejumlah penyelamatan gemilang dan menjaga gawangnya tetap perawan dari gempuran bintang-bintang dunia seperti George Weah dan Roberto Baggio. | ||
Selama memperkuat Parma, Buffon berkembang menjadi salah satu kiper muda paling diminati di Eropa. Ia mempersembahkan tiga gelar bergengsi pada musim 1998–99, yaitu [[Coppa Italia]], [[Supercoppa Italiana]], dan [[Liga Eropa UEFA|Piala UEFA]]. | Selama memperkuat Parma, Buffon berkembang menjadi salah satu kiper muda paling diminati di Eropa. Ia mempersembahkan tiga gelar bergengsi pada musim 1998–99, yaitu [[Coppa Italia]], [[Supercoppa Italiana]], dan [[Liga Eropa UEFA|Piala UEFA]]. | ||
| Baris 58: | Baris 58: | ||
Pada Juli 2001, Buffon ditransfer ke [[Juventus FC|Juventus]] dengan rekor transfer dunia untuk seorang penjaga gawang saat itu senilai 52 miliar lira (sekitar €53 juta), rekor yang bertahan selama 16 tahun. Di Turin, ia langsung menjadi pilihan utama dan meraih dua gelar Serie A berturut-turut pada musim 2001–02 dan 2002–03. | Pada Juli 2001, Buffon ditransfer ke [[Juventus FC|Juventus]] dengan rekor transfer dunia untuk seorang penjaga gawang saat itu senilai 52 miliar lira (sekitar €53 juta), rekor yang bertahan selama 16 tahun. Di Turin, ia langsung menjadi pilihan utama dan meraih dua gelar Serie A berturut-turut pada musim 2001–02 dan 2002–03. | ||
Loyalitas Buffon diuji ketika Juventus terdegradasi ke [[Serie B]] akibat skandal | Loyalitas Buffon diuji ketika Juventus terdegradasi ke [[Serie B]] akibat skandal Calciopoli pada tahun 2006. Ia memilih bertahan bersama klub dan memimpin Juventus langsung promosi kembali ke Serie A. Bersama Si Nyonya Tua, ia memenangkan total 10 gelar Serie A dan 5 Coppa Italia, serta membawa Juventus mencapai tiga final Liga Champions UEFA (2003, 2015, dan 2017). | ||
=== Paris Saint-Germain dan Akhir Karier === | === Paris Saint-Germain dan Akhir Karier === | ||
| Baris 64: | Baris 64: | ||
== Karier internasional == | == Karier internasional == | ||
Buffon mewakili Italia di berbagai kelompok umur mulai dari U-15 hingga U-21, serta meraih medali emas pada Pesta Olahraga Mediterania 1997. Ia melakoni debut seniornya untuk [[tim nasional sepak bola Italia]] pada Oktober 1997 dalam laga | Buffon mewakili Italia di berbagai kelompok umur mulai dari U-15 hingga U-21, serta meraih medali emas pada Pesta Olahraga Mediterania 1997. Ia melakoni debut seniornya untuk [[tim nasional sepak bola Italia]] pada Oktober 1997 dalam laga play-off kualifikasi Piala Dunia melawan Rusia di tengah salju lebat Moskow, menggantikan Gianluca Pagliuca yang cedera. | ||
Buffon tampil dalam lima putaran final [[Piala Dunia FIFA]] (1998, 2002, 2006, 2010, dan 2014) | Buffon tampil dalam lima putaran final [[Piala Dunia FIFA]] (1998, 2002, 2006, 2010, dan 2014) sebuah rekor langka. Puncak karier internasionalnya terjadi pada [[Piala Dunia FIFA 2006]] di Jerman, di mana ia mencatatkan lima clean sheet dan membawa Italia merengkuh gelar juara dunia keempat mereka setelah mengalahkan Prancis di adu penalti partai final, yang membuatnya dinobatkan sebagai penjaga gawang terbaik turnamen dan peraih peringkat kedua Ballon d'Or 2006. Ia memegang rekor sebagai pemain dengan penampilan terbanyak untuk tim nasional Italia dengan 176 pertandingan sebelum pensiun dari sepak bola internasional pada tahun 2018. | ||
== Statistik karier == | == Statistik karier == | ||
Revisi terkini sejak 17 Oktober 2026 08.33
| Tanggal lahir | 28 Januari 1978 (umur 48) | |||||||||||||||||||||||||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Tempat lahir | Carrara, Italia | |||||||||||||||||||||||||||||||||
| Tinggi | 1,92 m | |||||||||||||||||||||||||||||||||
| Posisi bermain | Penjaga gawang | |||||||||||||||||||||||||||||||||
| Klub saat ini | Pensiun | |||||||||||||||||||||||||||||||||
| Nomor punggung | 1 | |||||||||||||||||||||||||||||||||
| Karier junior | ||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Karier senior | ||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Tim nasional | ||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Prestasi | ||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||
Gianluigi Buffon (lahir 28 Januari 1978), sering dijuluki sebagai Gigi Buffon, adalah seorang mantan penjaga gawang profesional asal Italia. Secara luas diakui sebagai salah satu penjaga gawang terhebat sepanjang masa dalam sejarah sepak bola, ia terkenal berkat refleks kilat yang luar biasa, kepemimpinan yang karismatik di lapangan, konsistensi performa selama lebih dari dua dekade, serta penempatan posisi yang sangat matang.
Buffon memegang rekor sebagai salah satu pemain dengan penampilan terbanyak di Serie A dan menjadi kapten legendaris Juventus serta tim nasional sepak bola Italia. Ia memainkan peran krusial saat membawa Italia menjuarai Piala Dunia FIFA 2006 di Jerman, di mana ia hanya kebobolan dua gol sepanjang turnamen (satu gol bunuh diri dan satu penalti).
Kehidupan awal
[sunting | sunting sumber]Gianluigi Buffon lahir di Carrara, Tuscany, Italia, dari keluarga dengan latar belakang atletik yang kuat. Ibunya, Maria Stella Masocco, adalah seorang atlet lempar cakram, dan ayahnya, Adriano Buffon, adalah seorang atlet angkat besi. Kedua saudari nya, Guendalina dan Veronica, bermain bola voli untuk tim nasional Italia, dan pamannya, Dante Masocco, adalah pemain bola basket profesional.
Buffon awalnya bermain sebagai gelandang di masa kecilnya sebelum beralih menjadi penjaga gawang pada usia 12 tahun setelah terinspirasi oleh kiper Kamerun, Thomas N'Kono, di Piala Dunia 1990. Ia bergabung dengan akademi muda Parma pada tahun 1991 saat berusia 13 tahun.
Karier klub
[sunting | sunting sumber]Parma
[sunting | sunting sumber]Buffon menembus tim utama Parma dan melakoni debut sensasionalnya di Serie A pada 19 November 1995 dalam usia 17 tahun menghadapi AC Milan, di mana ia berhasil melakukan sejumlah penyelamatan gemilang dan menjaga gawangnya tetap perawan dari gempuran bintang-bintang dunia seperti George Weah dan Roberto Baggio.
Selama memperkuat Parma, Buffon berkembang menjadi salah satu kiper muda paling diminati di Eropa. Ia mempersembahkan tiga gelar bergengsi pada musim 1998–99, yaitu Coppa Italia, Supercoppa Italiana, dan Piala UEFA.
Juventus
[sunting | sunting sumber]Pada Juli 2001, Buffon ditransfer ke Juventus dengan rekor transfer dunia untuk seorang penjaga gawang saat itu senilai 52 miliar lira (sekitar €53 juta), rekor yang bertahan selama 16 tahun. Di Turin, ia langsung menjadi pilihan utama dan meraih dua gelar Serie A berturut-turut pada musim 2001–02 dan 2002–03.
Loyalitas Buffon diuji ketika Juventus terdegradasi ke Serie B akibat skandal Calciopoli pada tahun 2006. Ia memilih bertahan bersama klub dan memimpin Juventus langsung promosi kembali ke Serie A. Bersama Si Nyonya Tua, ia memenangkan total 10 gelar Serie A dan 5 Coppa Italia, serta membawa Juventus mencapai tiga final Liga Champions UEFA (2003, 2015, dan 2017).
Paris Saint-Germain dan Akhir Karier
[sunting | sunting sumber]Setelah 17 tahun bersama Juventus, Buffon bergabung dengan klub Prancis Paris Saint-Germain pada musim 2018–19 dan meraih gelar Ligue 1. Ia sempat kembali semusim ke Juventus sebelum memutuskan pulang ke klub masa kecilnya, Parma, di kompetisi Serie B pada tahun 2021, di mana ia akhirnya resmi mengumumkan pensiun dari dunia sepak bola pada Agustus 2023 dalam usia 45 tahun.
Karier internasional
[sunting | sunting sumber]Buffon mewakili Italia di berbagai kelompok umur mulai dari U-15 hingga U-21, serta meraih medali emas pada Pesta Olahraga Mediterania 1997. Ia melakoni debut seniornya untuk tim nasional sepak bola Italia pada Oktober 1997 dalam laga play-off kualifikasi Piala Dunia melawan Rusia di tengah salju lebat Moskow, menggantikan Gianluca Pagliuca yang cedera.
Buffon tampil dalam lima putaran final Piala Dunia FIFA (1998, 2002, 2006, 2010, dan 2014) sebuah rekor langka. Puncak karier internasionalnya terjadi pada Piala Dunia FIFA 2006 di Jerman, di mana ia mencatatkan lima clean sheet dan membawa Italia merengkuh gelar juara dunia keempat mereka setelah mengalahkan Prancis di adu penalti partai final, yang membuatnya dinobatkan sebagai penjaga gawang terbaik turnamen dan peraih peringkat kedua Ballon d'Or 2006. Ia memegang rekor sebagai pemain dengan penampilan terbanyak untuk tim nasional Italia dengan 176 pertandingan sebelum pensiun dari sepak bola internasional pada tahun 2018.
Statistik karier
[sunting | sunting sumber]Klub
[sunting | sunting sumber]| Klub | Musim | Liga Domestik | Piala Domestik | Kontinental | Lainnya | Total | ||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Divisi | Tampil | Gol | Tampil | Gol | Tampil | Gol | Tampil | Gol | Tampil | Gol | ||
| Parma | 1995–1996 | Serie A | 9 | 0 | 0 | 0 | 0 | 0 | 0 | 0 | 9 | 0 |
| 1996–1997 | 27 | 0 | 0 | 0 | 1 | 0 | 0 | 0 | 28 | 0 | ||
| 1997–1998 | 32 | 0 | 6 | 0 | 11 | 0 | 0 | 0 | 49 | 0 | ||
| 1998–1999 | 34 | 0 | 6 | 0 | 11 | 0 | 0 | 0 | 51 | 0 | ||
| 1999–2000 | 32 | 0 | 4 | 0 | 9 | 0 | 1 | 0 | 46 | 0 | ||
| 2000–2001 | 34 | 0 | 2 | 0 | 7 | 0 | 0 | 0 | 43 | 0 | ||
| Total Parma (1) | 168 | 0 | 18 | 0 | 39 | 0 | 1 | 0 | 226 | 0 | ||
| Juventus | 2001–2002 | Serie A | 34 | 0 | 1 | 0 | 10 | 0 | 0 | 0 | 45 | 0 |
| 2002–2003 | 32 | 0 | 0 | 0 | 15 | 0 | 1 | 0 | 48 | 0 | ||
| 2003–2004 | 32 | 0 | 0 | 0 | 6 | 0 | 1 | 0 | 39 | 0 | ||
| 2004–2005 | 37 | 0 | 0 | 0 | 11 | 0 | 0 | 0 | 48 | 0 | ||
| 2005–2006 | 18 | 0 | 2 | 0 | 4 | 0 | 0 | 0 | 24 | 0 | ||
| 2006–2007 | Serie B | 37 | 0 | 3 | 0 | — | 0 | 0 | 40 | 0 | ||
| 2007–2008 | Serie A | 34 | 0 | 1 | 0 | — | 0 | 0 | 35 | 0 | ||
| 2008–2009 | 23 | 0 | 2 | 0 | 5 | 0 | 0 | 0 | 30 | 0 | ||
| 2009–2010 | 27 | 0 | 1 | 0 | 6 | 0 | 0 | 0 | 34 | 0 | ||
| 2010–2011 | 16 | 0 | 1 | 0 | 0 | 0 | 0 | 0 | 17 | 0 | ||
| 2011–2012 | 35 | 0 | 0 | 0 | — | 0 | 0 | 35 | 0 | |||
| 2012–2013 | 32 | 0 | 1 | 0 | 10 | 0 | 1 | 0 | 44 | 0 | ||
| 2013–2014 | 33 | 0 | 0 | 0 | 14 | 0 | 1 | 0 | 48 | 0 | ||
| 2014–2015 | 33 | 0 | 0 | 0 | 13 | 0 | 0 | 0 | 46 | 0 | ||
| 2015–2016 | 35 | 0 | 5 | 0 | 8 | 0 | 1 | 0 | 49 | 0 | ||
| 2016–2017 | 30 | 0 | 0 | 0 | 12 | 0 | 1 | 0 | 43 | 0 | ||
| 2017–2018 | 21 | 0 | 3 | 0 | 9 | 0 | 1 | 0 | 34 | 0 | ||
| Total Juventus (1) | 509 | 0 | 20 | 0 | 123 | 0 | 7 | 0 | 659 | 0 | ||
| Paris Saint-Germain | 2018–2019 | Ligue 1 | 17 | 0 | 1 | 0 | 5 | 0 | 2 | 0 | 25 | 0 |
| Juventus | 2019–2020 | Serie A | 9 | 0 | 5 | 0 | 1 | 0 | 0 | 0 | 15 | 0 |
| 2020–2021 | 10 | 0 | 4 | 0 | 0 | 0 | 0 | 0 | 14 | 0 | ||
| Total Juventus (2) | 19 | 0 | 9 | 0 | 1 | 0 | 0 | 0 | 29 | 0 | ||
| Parma | 2021–2022 | Serie B | 26 | 0 | 1 | 0 | — | 0 | 0 | 27 | 0 | |
| 2022–2023 | 17 | 0 | 1 | 0 | — | 1 | 0 | 19 | 0 | |||
| Total Parma (2) | 43 | 0 | 2 | 0 | 0 | 0 | 1 | 0 | 46 | 0 | ||
| Total Karier | 756 | 0 | 50 | 0 | 168 | 0 | 11 | 0 | 985 | 0 | ||